Kegigihan Seorang Ibu
Posted by ulfi on Juli 17th, 2008
Bagaimana rasanya bila permata hati kita tak seperti anak-anak lainya? Tanyakanlah pada Bunda Tari pemilik blog Margatama. Dari yang terbaca di blog itu, kita tahu bagaimana gigihnya perjuangan seorang ibu menghadapi derita yang menimpa anaknya: Najwa Putri Larasati, 2,5 tahun.
Najwa atau biasa dipanggil Wawa, lahir Kamis, 29 Desember 2005, melalui operasi caesar. Persalinan yang bermasalah, dokter yang tidak tanggap membuat Najwa harus keracunan ketuban dan kekurangan oksigen ke otaknya.
Najwa harus diinfus dan dioksigen seminggu lamanya. Setiap hari ibunya mengirimkan ASI ke bibir mungilnya yang hanya mampu mengisap sesekali.
Pada usia tiga bulan, Najwa sudah dapat tengkurap, berat badannya juga normal. Memasuki usia 10 bulan, kekhawatiran orangtuanya timbul. Najwa belum juga bisa duduk sendiri, dia lebih seneng berguling-guling dan merayap. Respon terhadap sesuatunya juga kurang sekali.
Sang ibu mulai merasakan ada yg tidak beres, apalagi berat badan Najwa susah sekali naik. “Saya melihat gerakan Najwa cenderung kaku, refleks tangannya masih menggenggam, yg semestinya harus sudah hilang,” tulis sang Bunda. “Bila diberi sesuatu atau dibunyikan suara dia juga tidak merespon. Matanya terlihat tidak semetris, sering melihat ke atas dan cenderung juling.”
Akhirnya orangtuanya sepakat membawa Najwa ke dokter specialis syaraf anak. Najwa diminta untuk menjalani serangkaian observasi, CT Scan, tes mata, EEG dan Bera. Hasilnya: Najwa ternyata menderita mild CP.
CP, Cerebral Palsy bukan merupakan suatu penyakit. CP adalah gangguan perkembangan anak yang diakibatkan oleh kerusakan syaraf otak. Gangguan ini tidak dapat disembuhkan, namun dapat diminimalisir dengan memberikan stimulasi-stimulasi yang tepat, seperti terapi.
Margatama adalah blog tempat Bunda Tari mencurahkan perasaan, pengalaman, juga cerita perkembangan Najwa dari waktu ke waktu. Dari blog inilah kita bisa belajar tentang ketabahan, kegigihan, dan perjuangan tanpa kenal lelah seorang ibu. Siapa pun pembacanya, mungkin bisa mengambil teladan darinya.
Mari kita ikut mendoakan dan memberi dorongan semangat kepada sang bunda demi masa depan Najwa yang lebih baik.